7 Tips Sebuah Brand Menang di Media Sosial

Tags

, , , , , , ,


thumb_20160501_7_tips_sebuah_brand_menang_di_media_sosial
WE Online, Jakarta – Kepemilikan media sosial (medsos) yang kuat sangat penting sebagai fondasi sebuah brand, namun pendekatan media sosial yang salah dapat membuat follower lari, setiap follower yang hilang akan berdampak terhadap potensi pendapatan.

Secara umum, menguasai medsos tidaklah membutuhkan ilmu yang tinggi. Berikut adalah tujuh tips untuk membantu sebuah brand menjadi pemenang di media sosial.

1. Sajikanlah Nilai, Bukan Hanya Sekedar Iklan

Seorang member audience media sosial pada awal terhubung dengan sebuah brand dikarena mereka tertarik dengan apa yang ditawarkan. Mereka mungkin ingin tetap memperoleh pemberitahuan dengan apa yang terjadi atau ingin mengetaui program promosi dan penjualan di masa yang akan datang

Jadi, jadilah yang menarik di media sosial, padukan publikasi budaya sosial perusahaan atau nilai sosial lainnya dengan penawaran promosi.

Jauhkan follower dari posting iklan yang prediktibel, umum, atau monoton. Sebaliknya, posting-lah konten yang mempunyai nilai sosial, humanity, yang menarik dan mudah diingat untuk memastikan follower tertarik dan terlibat pada posting-an tersebut.

2. Manfaatkan Jangkauan Influencer Media Sosial

Menggunakan influencer media sosial adalah strategi menjangkau audience yang paling efektif di medsos. Identifikasi audience jejaring media sosial lalu identifikasi potensial influencer yang sesuai dengan brand.

3. Berpikir di Luar Jangkauan Organik

Jangkauan organik Facebook tidak seperti di awal, sekarang Instagram menjadi alternatif baru dengan alogaritma baru yang bagus. Mengombinasikan audience yang besar seperti Facebook dan Instagram akan sangat bagus, melalui iklan dengan setting opsi target tertentu, akan memberikan kesempatan untuk generate traffic, leads, dan sales.

4. Posting Konten secara Konsisten Tanpa Berlebihan

Dalami pola pikir konsumen yang merupakan follower, tentukan waktu posting content yang tepat, dan perkirakan follower menganggap bahwa jumlah posting-an konten pemasaran sebuah brand berlebihan.

5. Sajikan Alamat Aduan Pelanggan serta Tanggapi Segera

Media sosial telah menjadi sebuah portal layanan pelanggan, mudah bagi konsumen untuk mendapatkan perhatian dari sebuah perusahaan di media sosial. Konsumen dapat melakukan itu dengan hanya men-tweet atau posting di wall Facebook perusahaan/brand, perusahaan juga dapat merespons segera daripada harus melacak nomor telepon, menunggu ditahan, atau berbicara dengan call center outsourcing.

Respons dengan cepat setiap aduan atau isu dari konsumen. Jika konsumen me-posting sesuatu di feed media sosial, hubungi konsumen tersebut secepatnya, selesaikan masalah dan keluhannya dengan cepat. Jangan menghapus atau mengabaikannya, ini dapat memicu reaksi antipati dari konsumen. Coba, kunjungi feed medsos dari setiap merek nasional besar, di situ kita melihat keluhan konsumen.

6. Pahamilah Hasil Analisis

Perangkat analisis seperti Facebook Page Insights dan Twitter analytics menyediakan cukup informasi yang dibutuhkan apa yang berkerja dengan baik dan apa yang tidak. Cek analytic tool setiap hari, pelajari reaksi audience, optimasikan usaha kampanye untuk memenuhi kesenangan kebiasaan mereka.

7. Jangan Gunakan semua Medsos, tapi Tak ada yang Optimal

Jangan gunakan semua platform media untuk social media campaign karena tidak akan cukup waktu dan membuthkan SDM yang banyak dan justru malah akan mempersulit program kampanye.

Sebaliknya, pilih satu atau beberapa platform jaringan sosial media yang dikuasai sesuai target audiens. Misalnya, toko emas atau berlian yang menjual cincin tunangan aktif di Instagram dan Pinterest ,- karena dua jaringan sosial media ini sangat visual, di LinkedIn, tentunya akan membuang-buang waktu.

Penulis: Antasena Wiyono/udin wiratno & Arif Santoso

Dirangkum dari https://www.entrepreneur.com/article/274467

Link:
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/05/01/98991/7-tips-sebuah-brand-menang-di-media-sosial.html

Memahami Aksi Alibaba Akuisisi Lazada

Tags

, , , , , , , , , ,


thumb_20160424_memahami_aksi_alibaba_akuisisi_lazada
WE Online, Jakarta – Baru-baru ini dunia e-commerce dibuat tercengang oleh aksi korporasi Alibaba mengakuisisi Lazada dengan nilai fantastis, Rp13,1 triliun. Bagi Indonesia aksi korporasi tersebut menjadi perhatian khusus karena 75% pangsa pasar Lazada ada di Indonesia.

Seperti diketahui, Lazada merupakan marketplace terbesar di Asia Tenggara, pangsa pasarnya meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

Sebagai rakasa e-commerce di Asia Tenggara dan sering dijuluki Amazon-nya Asia Tenggara, Lazada membukukan pendapatan sebesar US$191 juta dalam kurun waktu sembilan bulan. Namun, biaya operasional Lazada untuk mendapatkan pelanggan, insentif ke pada pihak ketiga dan biaya promosi Lazada mencapai US$233 juta dolar.

Menurut Presiden Alibaba, Michael Evans dengan investasi di Lazada, Alibaba menambah akses ke platform yang memiliki basis konsumen besar dan terus bertumbuh di luar China. Sementara itu, analis RHB Research Institute Sdn di Hong Kong, Li Yujie, menjelaskan apa yang dilakuan oleh Alibaba adalah dalam upaya mengintegrasikan bisnis dan memperkenalkan penjual yang sudah ada di Lazada untuk menjual produk ke luar negeri.

Ecommerce Nomor 1 di Asia Tenggara

Walaupun kinerja keuangannya masih dalam posisi negatif, Lazada memegang pangsa pasar di lima negara Asia Tenggara, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia, dengan jumlah pelanggan mencapai delapan juta, annual GMV (gross merchandise value) nilai mercendais terjual untuk satu tahun mencapai 1,1 juta dolar AS (September 2015). Mitra penjual aktif Lazada mencapai 30.5000, termasuk marketplace seller dan retailer supplier, dengan SKUs (kode katalog produk) mencapai 10 juta.

Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar Lazada dengan jumlah pelanggan mencapai 63 juta pelanggan dan dengan tingkat waktu belanja di Lazada 6,9 menit (pengguna Android) serta 6,2 menit (pengguna Apple) per bulan. Berdasarkan laporan yang dirilis Lazada pada kuartal ketiga 2015, produk baru yang dengan penjualan paling banyak di antaranya, jam tangan, sunglasses, jewelry, dan groceries. Untuk kategori fashion, home & living, automotive & gadget, sports & outdoors menjadi produk dengan penjualan dengan peningkatan pesat.

Raksasa Alibaba
Alibaba, ecommerce asal China ini menjadi salah satu perusahaan online legendaris. Dengan lika-liku sejarahnya, sekarang Alibaba menjadi grup e-commerce terbesar di China. Di bawah Alibaba Group ada alibaba.com, e-commerce B2B pelopor bisnis e-commerce Alibaba; Tmall, pemegang pangsa pasar e-commerce B2C terbesar di China; dan Taobao situs lelang yang berhasil mengalahkan eBay di China. Di China Alibaba juga memegang kendali bisnis layanan logistik, Aliexpress dan pembayaran online, Alipay.

Kabarnya, Alibaba menjadi dewa penolong setelah dalam kurun beberapa tahun melakukan pengembangan pasar yang memakan biaya tidak sedikit, ada yang menyebutkan Lazada mengalami kesulitan keuangan, cash flow-nya semakin menipis.

Tiga investor membuka nilai penjualan saham mereka pada Alibaba. Rocket Internet menjual 9,1 persen saham dengan nilai US$ 137 juta; Tesco menjual 8,6 persen saham untuk US$ 129 juta; sedangkan Kinnevik menjual 3,8 persen saham mereka dengan nilai US$ 57 juta.

Lebih dari 35 pemegang saham karyawan atau mantan karyawan yang memegang 43,83 persen juga menjual kepemilikan mereka pada Alibaba. Hanya satu investor yakni perusahaan asal Singapura, Temasek masih menahan kepemilikan saham mereka.

Berbagai Tanggapan
Aksi akuisisi fantastis Alibaba atas Lazada menuai berbagai komentar, baik dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha, khususnya di Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar Lazada. Chief Executive Officer OLX Daniel Tumiwa menyambut kedatangan Alibaba dengan mengucapkan selamat datang dan memandang itu bukan sebuah ancaman.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyambut baik aksi Alibaba atas Lazada dan memandang e-commerce sebagai peningkatan efisiensi kerja sama ekonomi kedua Negara (China-Indonesia).

Tanggapan berbeda disampaikan oleh Doni Ismanto, pengamat dari Indotelko Forum. Ia berpendapat bahwa pemerintah harus berhati-hati dengan wacana daftar negatif investasi 100% bagi e-commerce, jika demikian Indonesia akan menjadi colonize digital asing karena tidak perlu membangun ekosistem lagi untuk masuk ke Indonesia.

Memahami Aksi Alibaba
Aksi akuisisi Alibaba atas Lazada tidak terlepas dari fondasi perekonomian negara asalnya, China, dan kesesuaian fondasi bisnis koporasi dengan bisnis Lazada. Melalui Tmall, Alibaba sudah menguasai pasar e-commerce B2C di negara asalnya. Seperti diungkapkan oleh salah satu petingginya, akuisisi Lazada merupakan ekspansi pasar Alibaba untuk menguasai pasar Asia Tenggara.

Keuntungan Alibaba dari akuisisi Lazada di antaranya, 1) pangsa pasar Lazada, 2) ekosistem e-commerce yang sudah terbentuk, 3) jaringan logistik yang tinggal diintegrasikan, 4) Lazada sebagai jalan tol untuk melewati barrier to entry. Lazada menjadi market leader di lima negara Asia Tenggara di mana 75% pasarnya ada di Indonesia. Perilaku belanja online di kota besar di Asia Tenggara, seperti Jakarta, Bangkok, dan Manila terus mengalami peningkatan, di bawah Alibaba dengan dukungan dana segar tentunya Lazada leluasa melakukan penetrasi pasar, melalui promosi dan program marketing lainnya.

Penguatan ekosistem e-commerce yang mudah dilakukan Lazada di bawah Alibaba di antaranya, a) meningkatkan jumlah seller partner yang lebih kompetitif yang berasal dari negara asalnya, b) mempermudah sistem pembayaran antar-negara khususnya Asia Tenggara dan China, melalui Alipay. Dalam upaya penetrasi global, melalui Lazada, di Asia Tenggata Alibaba sudah tidak susah-susah merancang sistem logistik, apa yang ada di Lazada tinggal diintegrasikan dan dikembangkan, yang tentunya akan meningkatkan efisiensi korporasi. Terakhir, Lazada ibaratnya jalan toll bagi Alibaba untuk masuk ke Asia Tenggara di mana hambatan-hambatan baik yang berupa kebijakan maupun sistem pasar sudah dilalui oleh Lazada.

Dampak Akuisisi Lazada Terhadap Pasar Indonesia
Vinnie Lauria, co-founder Golden Gate Ventures Singapura, mengungkapkan pasar Asia Tenggara merupakan allternatif ketika pertumbuhan ekonomi Negara Tirai Bambu melambat, pangsa pasar digital Asia Tenggara yang selama ini hanya dipandang sebelah mata menjadi salah satu jalan keluarnya.

Sebagai pangsa pasar terbesar, apa yang terjadi dengan Lazada setelah diakuisisi Alibaba tentunya akan berdampak terhadap konsumen dan selling partner di Indonesia, dan pada akhirnya akan berdampak juga pada perekonomian Indonesia. Ketika Lazada di bawah Alibaba meningkatkan jumlah selling partner, tentunya akan lebih mudah menambah selling partner dari China. Alibaba hanya tinggal mengintegrasikan selling partner di Tmall dan dan Alibaba.com untuk berjualan di Lazada.

Selling partner Indonesia di Lazada akan kalah kompetitif. Ketika ini terjadi, produk dari China akan membanjiri Indonesia melalui perdagangan online. Dampak pada perekonomian Indonesia tentunya ini akan menambah defisit neraca perdagangan Indonesia-China.

Menyikapinya
Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri mengalami peningkatan signifikan. Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2014 mencapai US$2,6 miliar atau setara dengan Rp34,9 triliun. Berdasarkan keterangan dari Dirjen Perdagangan menyatakan 80 persen peritel mengakui persentase jumlah penjualan online meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 25 persen.

Di lapangan para retailer kecil sudah mulai merasakan dampak dari keberadaan e-commerce. Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang retailer elektronik, fenomena e-commerce seperti fenomena pasar modern. Dulu banyak retailer elektronik memandang sebelah mata keberadaan pasar modern, aneh, siapa yang mau beli jualan di mall. Selang beberapa tahun keemudian pasar modern menjadi tempat berjualan potensial. Begitu juga e-commerce, sekarang retailer sudah merasakan dampaknya, penjualan langsung mengalami penurunan, konsumen pelan-pelan beralih ke penjualan online.

Fenomena ini tentunya harus disikapi secara bijak oleh pemerintah. Dalam kondisi masih banyak masyarakat yang belum mengerti dan memahami atas pentingnya e-commerce, khususnya produsen, UMKM dan para pelaku di bidang agribisnis, tentunya menjadi tugas pemerintah menerapkan kebijakan dan melakukan usaha-usaha, do business yang memberikan proteksi bagi usaha lokal dan mengantarkan ke ranah global melalui keberadaan e-commerce.

Penulis: Antasena Wiyono/udin wiratno dan Arief Santoso

Link:
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/04/24/98164/memahami-aksi-alibaba-akuisisi-lazada.html

Memasuki Babak Baru Taksi “Online”

Tags

, , , , , , , , , ,


thumb_20160423_memasuki_babak_baru_taksi_online
WE Online, Jakarta – Setelah sekitar satu bulan lalu ramai demo besar-besaran pengemudi taksi dan angkutan umum atas keberadaan taksi online, beberapa hari lalu ternyata Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Permen Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Bab IV Permen tersebut mengatur penyelenggaraan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi. Berikut rangkuman pasal-pasal dalam permen tersebut yang berdampak terhadap keberadaan taksi online, yaitu

Tata Cara Operasi Taksi Online

Pasal 40

1. Untuk meningkatkan kemudahan pemesanan pelayanan jasa angkutan orang tidak dalam trayek, perusahaan angkutan umum dapat menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi.

2. Untuk meningkatkan kemudahan pembayaran pelayanan jasa angkutan orang tidak dalam trayek, erusahaan angkutan umum dapat melakukan pembayaran secara tunai atau menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi.

3. Penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat dilakukan secara mandiri atau dapat bekerja sama dengan perusahaan/lembaga penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi yang berbadan hukum Indonesia.

4. Tata cara penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib mengikuti ketentuan di bidang informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Pasal 41

1. Perusahaan/lembaga penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi dalam pemberian pelayanan angkutan orang wajib bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum yang telah memiliki izin penyelenggaraan angkutan.

2. Perusahaan/lembaga penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi dalam pemberian pelayanan angkutan orang sebagaimana dimaksud pada pasal (1) tidak boleh bertindak sebagai penyelenggara angkutan umum.

3. Tindakan sebagai penyelenggara angkutan umum sebagaimana dimaksud pasal (2) meliputi kegiatan:

a. Menentukan tarif dan memungut bayaran;

b. Merekrut pengemudi; dan

c. Menentukan besaran penghasilan pengemudi.

4. Perusahaan/lembaga penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan kepada direktur jenderal meliputi:

a. Profil perusahaan penyedia aplikasi berbasis internet;

b. Memberikan akses monitoring operasional layanan;

c. Data seluruh perusahaan angkunan umum yang bekerja sama;

d. Data seluruh kendaraan dan pengemudi;

e. Layanan pelanggan berupa telepon, email, dan alamat kantor penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi.

Pasal 42
Dalam hal perusahaan/lembaga penyedia aplikasi berbasis teknologi informasi sebagaimana dimaksud pasal 41 melakukan usaha di bidang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum tidak dalam trayek, wajib mengikuti ketentuan di bidang pengusahaan angkutan umum sebagaimana dimaksud pasal 21, pasal 22, dan pasal 23.

Legalitas & Perizinan Taksi Online

Pasal 21

1. Untuk menyelenggarakan angkutan orang tidak dalam trayek dengan kendaraan bermotor umum, perusahaan angkutan umum wajib memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum tidak dalam trayek.

Pasal 22

1. Perusahaan angkutan umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) harus berbentuk badan hukum Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Badan hukum Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk:

a. Badan usaha milik negara;

b. Badan usaha milik daerah;

c. Perseroan terbatas; atau

d. Koperasi.

Pasal 23

Untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud pasal 21 ayat (1), perusahaan angkutan umum wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Memiliki paling sedikit 5 (lima) kendaraan dengan dibuktikan dengan Surat Tanda Kendaraan (STNK) atas nama perusahaan dan surat tanda bukti lulus uji berkala kendaraan bermotor;

b. Memiliki tempat penyimpanan kendaraan (pool);

c. Menyediakan fasilitas kendaraan (bengkel) yang dibuktikan dengan dokumen kepemilikan atau perjanjian kerja sama dengan pihak lain;

d. Mempekerjakan pengemudi yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) Umum sesuai golongan kendaraan.

Permen tersebut mulai berlaku enam bulan sejak tanggal diundangkan, 1 April 2016. Pasal 21, pasal 22, dan pasal 23 mengatur tentang legalitas dan perizinan taksi online, pasal 41 mengatur tentang tata cara operasional taksi online.

Atas terbitnya permen tersebut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kamadibrata mengungkapkan kekhawatirannya dampak dari permen tersebut bagi mitra pengemudi dan pengaruhnya terhadap model bisnis yang pada akhirnya berpengaruh terhadap industri taksi online.

Taksi online akan memasuki babak baru karena dengan berlakunya permen tersebut dapat dipastikan lanskp dan model bisnis taksi online akan berubah. Penyedia layanan taksi online tidak dapat lagi bermitra dengan perseorangan. Penyedia layanan taksi online juga tidak dapat menentukan tarif dan memungut pembayaran. Penyedia aplikasi taksi online harus bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum yang telah memiliki izin penyelenggaraan angkutan.

Sistem kemitraan individu yang sebelumnya dilakukan oleh perusahaan taksi online dapat diakomodasi melalui pendirian koperasi. Yang menjadi pertanyaan, apakah penentuan tarif angkutan orang tidak dalam trayek dapat ditentukan sendiri atau ada batasannya? Jika ada batasannya dan harus melakukan uji berkala apakah masih menarik bagi pengemudi yang tergabung dalam lembaga koperasi yang sebelumnya mitra?

Penyediaan pool kendaraan dan bengkel juga akan menambah biaya investasi bagi perusahaan taksi online.
Menanggapi Permen Nomor 32 Tahun 2016, Menkominfo Rudiantara menyatakan akan membuat aturan tentang aplikasi over the top (OTT) yang akan segera dituangkan dalam bentuk peraturan menteri (permen) di mana Permen OTT nanti tujuannya adalah presensi, masalah customer services, consumer protection data pelanggan, dan level playing field antara pemain nasional dan pemain global.

Diharapkan, peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah khususnya di bidang usaha angkutan umum berbasis teknologi informasi tidak mematikan penyedia layanan taksi online yang sudah ada dan terdapat ruang untuk mengembangkan kreativitas, khususnya di bidang teknologi informasi.

Penulis: Antasena Wiyono/Udin Wiratno dan Arief Santoso

Link:
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/04/23/98073/memasuki-babak-baru-taksi-online.html

“Code of Conduct” Budaya Digital Perlukah?

Tags

, , , , , , , , ,


thumb_20160515_code_of_conduct_budaya_digital_perlukah
WE Online, Jakarta – Internet sudah hampir digunakan oleh separuh penduduk bumi. Menurut data WeAreSocial, pengguna internet global sudah mencapai 3,4 miliar, sedangkan penduduk bumi mencapai sekitar 7,4 miliar.

Di Indonesia sendiri, pengguna internet sudah mencapai 88,1 juta, dari jumlah penduduk 259 juta jiwa dengan rata-rata penggunaan internet melalui PC atau tablet 4 jam, 42 menit dan pengguaan internet melalui ponsel atau smartphone 3 jam, 33 menit.

Data tersebut menunjukkan perangkat digital sudah menyatu pada setiap kegiatan manusia. Dulunya dunia digital ibarat cermin yang merupakan rekaman dari setiap kegiatan manusia di mana perangkat cerminnya adalah perangkat digital. Sekarang, cermin itu sudah menyatu, artinya hampir keseluruhan kegiatan manusia adalah kegiatan digital, mulai dari kegiatan yang bersifat personal, kegiatan sosial, kegiatan rumah tangga, dan kegiatan profesional.

Bukti nyata dari fenomena tersebut adalah munculnya berbagai layanan digital, ojek, dan taksi online, jasa bersih-bersih, dan perbaikan rumah online, belanja online, rapat online, layanan salon, dan massage online, kencan online, sampai ada nikah online yang sepat ramai dan menjadi kontroversi.

Perangkat digital sebagai alat bantu, sudah bukan lagi sekedar mengubah perilaku manusia dalam beraktivitas, tetapi tanpa terasa sudah mengubah belief manusia, misalnya dulu orang pacaran malu untuk diekspos, dunia digital mengubah itu dan malah menjadi trend selfie bersama pacar, bahkan di luar negeri ada trend selfie setelah berhubungan intim. Di ranah professional, rapat dan koordinasi diyakini lebih efisien dengan hanya melalui perangkat atau media digital.

Bagi dunia professional, dunia kerja, dan dunia perusahaan, kehadiran teknologi digital dapat menjadi pendorong peningkatan performa kinerja, atau sebaliknya, tergantung pada penggunaan pemanfaatan teknologi digital oleh perusahaan itu. Internet kantor selain dapat meningkatkan kinerja juga dapat menurunkan kinerja karyawan, seperti kasus salah stau e-commerce besar, pengelolaan media sosial oleh admin perusahaan yang kurang cakap juga dapat merusak brand atau product image perusahaan. Isu kebocoran data dan kebocoran kegiatan kerja yang sifatnya konfidensial juga sering kita dengar, khusus di Indonesia sering terjadi di instansi pemerintah.

Code of Conduct merupakan pedoman internal perusahaan yang berisikan sistem nilai, etika bisnis, etika kerja, komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.

Berikut adalah tips dalam membuat code of conduct budaya digital perusahaan, penggunaan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan.

1. Scanning & Mapping
Scanning & mapping organisasi, prilaku organisasi, pahami pola penggunaan teknologi digital, tujuan penggunaan teknologi digital pada setiap fungsi organisasi. Buat peta penggunaan teknologi digital yang destruktif dan penggunaan teknologi digital yang konstruktif.

2. Tetapkan Tujuan
Tetapkan tujuan pembuatan code of conduct penggunaan teknologi digital secara umum. Penetapan tujuan pembuatan code of conduct tentunya mengacu pada visi & misi perusahaan. Setelah itu turunkan tujuan sesuai dengan masing-masing fungsi organisasi.

3. Jabarkan ke dalam Peraturan
Jabarkan tujuan yang teah ditetapkan menjadi peraturan perusahaan, tentunya mengacu pada hasil scanning dan mapping. Implementasikan peraturan tersebut menjadi sebuah sistem teknis penggunaan teknologi digital.

4. Pendampingan & Pelatihan
Lakukan pendampingan dan pelatihan teknis penggunaan teknologi digital karena tidak semua orang atau karyawan memahami iu.

5. Monitoring & Perbaikan
Monitor implementasi dari code of conduct, dapatkan feedback dari setiap karyawan, perbaikilah impmenetasinya.

Pembuatan code of conduct penggunaan teknologi digital dalam rangka pembentukan budaya digital yang prodiktif di perusahaan juga harus mempertimbangkan kenyamanan kerja karyawan. Temukan batasan code of conduct antara kearifitas dengan penggunaan teknologi digital yang destruktif. Jangan sampai pembuatan code of conduct penggunaan digital membatasi kreatifitas karyawan.

Penulis: Antasena Wiyono/Udin Wiratno & Arif Santoso

Link:
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/05/15/100418/code-of-conduct-budaya-digital-perlukah.html

Dampak Penurunan Harga Beras

Tags

, , , , , ,


Oleh Antasena Wiyono & Artif Santoso

Mengacu pada rilis berita dari Republika online, disela pelaporan harga pangan kepada Presiden (Rabu10/8), Menko Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan presiden belum puas dengan penurun harga beras dan masih ingin ada penurunan.Disebutkan, perkembangan harga beras mengalami penurunan 1,1% dimabding posisi januari 2016. Darmin mengatakan produksi pangan khususnya beras memang mengalami peningkatan karena masih adanya hujan dimusim kemarau.

Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Menko, seperti dirilis dari berita Tempo, sebelumnya Senin 1 Agustus di Jakarta kepala BPS Suryamin mengatakan harga rata-rata GKP di petani Rp 4.376 per kilogram atau turun 2,79 persen dan di penggilingan Rp 4.458 per kilogram atau turun 3,03 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 3.831 per kilogram atau turun 4,41 persen, di tingkat penggilingan padi Rp 3.912 atau turun 4,82 persen.

Dilapangan, di beberapa daerah sentra penghasil gabah, harga gabah sudah terjun bebas. Seperti di daerah Cilacap, harga gabah kering panen kualitas rendah beradar dikisaran Rp 3.100 sampai Rp 3.400, begitu juga di daerah lainnya. Penurunan harga gabah di tingkat petani selain memasuki masa panen raya, juga disebabkan adanya peredaran beras impor yang sampai ke tingkat warung kecil di desa.
Selama ini bahan pangan dianggap sebagai penyebab inflasi paling besar. Pemerintah rajin menekan harga pangan dengan melakukan impor, memperbanyak suplai untuk menekan harga. Apa yang dilakukan pemerintah seharusnya bukan menurunkan harga beras semurah-murahnya untuk menekan infelasi.

Pemerintah sedianya hati-hati dengan penurunan harga gabah di tingkat petani. Jumlah petani padi adalah yang paling banyak, dan data BPS menunjukan adanya penurunan jumlah petani per tahun. Tiga tahun terakhir jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jam kerja utama dan lapangan pekerjaan utama pertanian, perkebunan, perhutanan, perburuan & perikanan mengalami penurunan dari 39.220 (agustus 2013), 38.973 (agustus 2014), 37.748 (agustus 2015).

Berdasrakan data BPS indek nilai tukar petani pada bulan juli sebesar 101,39 atau turun 0,08 persen dibanding bulan sebelumnya. Indek harga yang diterima petani padi 121,11 pesren, tetapi indek harga yang dibayar petani padi untuk indeks konsumsi rumah tangga lebih besar, yaitu 128,99 persen. Artinya petani mengalami kemerosotan daya beli sebesar 7,88persen. Penurunan ini membawa implikasi yang serius bagi perekonomian perdesaan yang ditopang sektor pertanian yaitu menciptakan disinsentif.
Data tersebut menunjukan rumah tanggap petani padi mengalami defist sebesar 7,88 persen. Hasil panen petani padi tidak cukup untuk konsumsi rumah tangga. Pendapatan tambahan petani padi yang sedianya digunakan untuk saving atau investasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampaknya, karena sebagian besar keberadaan petani padi di diperdesaan, perekonomian perdesaan akan mengalami penurunan. Jumlah petani padi akan semakin berkurang karena mata pencaharian tersebut tidak dapat memebuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Urbanisasi akan meningkat dan kesenjangan sosial akan semakin lebar.

Jadi, mengapa Presiden Jokowi menginginkan penurunan harga beras lagi? Apakah orang desa harus menyubsidi orang kota yang relative lebih baik pendapatannya lalu siapa yang memikirkan nasib petani?

Peran FinTech dalam Peningkatan Bisnis Wirausahawan Muda (Youth Entrepreneur)

Tags

, , , ,


Oleh Antasena Wiyono

Layaknya mahluk hidup, dalam mekanisme perekonomian, sistem keuangan berperan sebagai urat nadi, mengalirkan nilai ekonomi yang dinyatakan dalam bentuk uang atau instrumen representasi nilai ekonomi lainnya ke berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Aktivitas ekonomi merupakan pengolahan sumber daya ekonomi, pengolahan row material menjadi suatu barang yang mempunyai manfaat, yang dalam sekala dan penggolongan, dan persyaratan tertentu disebut industri. Aktivitas ekonomi terus berkembang membentuk peluang ekonomi, menjadi aktivitas ekonomi baru sehingga membentuk industri baru.

FinTech
FinTech dalam konotasi diatas adalah bentuk urat nadi baru, evolusi dari sistem keuangan yang sudah mapan sebelumnya, menjadi sistem keuangan baru, dengan model bisnis dan proses bisnis yang baru, menjangkau dan memenuhi kebutuhan aktivitas ekonomi baru.

Kehadiran FinTech sebagai fenomena baru pada sektor keuangan tidaklah muncul secara tiba-tiba. FinTech merupakan akumulasi perkembangan antara antara finansial dan teknologi. Pada awalnya istilah Fintech merupakan padatan kata kepanjangan dari Financial Services Technology Consortium, sebuah proyek yang diprakarsai oleh Citicorp, sekarang Citigoup.

Sekarang, istilah FinTech merujuk pada kata baru, gabungan kata dari kata 2 kata pembentuk financial dan technologies. Hubungan antara finansial dan teknologi sangat erat. Pada mulanya, hubungan sektor keuangan dan teknologi adalah teknologi sebagai supporting, alat bantu untuk mendukung kegiatan operasi di sektor keuangan. Seiring dengan perkembangannya , peran teknologi di sektor keuangan menjadi vital.

Keberhasilan inovasi dibidang teknologi informasi dan komunikasi diluar sektor finansial segera mengubah arah dan paradigma sektor finansial. Kehadiran teknologi baru menggubah prilaku masyarakat, seperti kehadiran internet dan smartphone berdampak pada seluruh sektor ekonomi, tidak terkecuali sektor finansial.
fintech1
Professor Douglas W. Arner dari University of Hongkong membagi perkembangan FinTech kedalam empat era. FinTech 1.0 berlangsung antara tahun 1866 – 1967, era pengembangan infrastuktur dan komputerisasi sehingga terbentu jaringan keuangan global. FinTech 2.0 berlangsung antara tahun 1967 – 2008, era penggunaan internet dan digitalisasi di sektor keuangan. Fintech 3.0 dan FinTech 3.5 berlangsung dari tahun 2008 sampai sekarang. Fontech 3.0 merupakan era penggunaan telepon maupun smartphone di sektor keuangan. FinTech 3.5 merupakan era kemunculan entitas bisnis teknologi keuangan sebagai pendatang baru memanfaatkan peluang dari inovasi teknologi proses, produk dan model bisnis serta perubahan prilaku masyarakat.
fintech4
Dalam The Futures of Financial Services, World Economic Forum (WEF) membagi FIinTech kedalam enam kategori, 1) Payments; 2) Insurances; 3) Deposit & Lending; 4) Capital Rising; 5) Investment Management; 6) Market Provisioning. Masing-masing kategori terdiri dari bidang inovasi, yang terdiri dari bentuk-bentuk inovasi FinTech. Antar bidang inovasi FinTech terjadi relasi yang yang merupakan keunggulan sekaligus arah industri keuangan di masa depan.

FinTech sebagai industri keuangan berbasis teknologi, secara umum membuka peluang pada peningkatan efisiensi,membuka peluang bisnis baru, pengelolaan risiko yang lebih baik dan kemudahan aktivitas. Keberadaan dan perkembangan FinTech didukung oleh inovasi teknologi di bidang, a) augmented & biometric; b) cloud computing; c) learning machines; d) digital & mobile payment; e) block chain distributed ledgers; f) big data.
fintech6
Ekosistem FinTech terdiri dari empat atribut, 1) Demand; 2) Capital; 3) Policy; 4) Talent. Masing-masing atribut berhubungan dengan stakeholder sesuai dengan peran dan fingsinya.

Walaupun FinTech sudah menjadi entitas bisnis baru, fungsi dan posisi FinTech dialam sistem keuangan masih menjadi kajian dan perdebatan. Hal itu terkait dengan prinsip dasar sistem keuangan dalam menjalankan fungsinya, prudent yaitu prinsip kehati-hatian, dan financial stability, yaitu menjaga stabilitas keuangan.

Sekarang ini, gelombang inovasi digital sudah tidak terbendung. FinTech akan terus berkembang dan sudah pasti akan menjadi industri baru yaitu industri keuangan digital. Tentunya, pengaturan mengenai posisi, fungsi, batasan dan hubungan FinTech didalam sistem keuangan haruslah diatur, karena pada kehadiran FinTech tidak hanya melekat peluang yang dapat meningkatkan kinerja ekonomi, tetapi juga risiko yang berakibat sebaliknya. Dengan itu, prinsip dasar penempatan FinTech didalam sistem keuangan adalah memperhatikan risiko untuk menjaga stabilitas keuangan dan menumbuhkembangkan inovasi dibidang keuangan untuk meningkatkan perekonomian.

Perkembangan FinTech Di Indonesia
Mengacu pada perkembangan FinTech di atas, kehadiran Finceth di Indonesia tentunya sudah dimulai sejak sistem keuangan modern (technology base) diterapkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan pengguaan produk financial technology. Nyatanya mesin ATM dan EDC sudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
fintech5
Di Indonesia FinTech dibagi kedaam empat kategori berdasarkan jenis inovasinya, 1) deposit, lending & capital rising; 2) market provisioning; 3) payment clearing & settlement; 4) investment & risk management. Berdasarkan data Bank Indonesia, saat ini terdapat 96 perusahaan FinTech yang beroperasi di Indonesia Nilai transaksi FinTech di Indonesia per tahun mencapai 14,5 miliyar dollar, sekitar 0,6% dari nilai transaksi global yang mencapai 2.355,9 milyar dollar.

Perkembangan FinTech di Indonesia tercermin dari perkembangan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) dan uang elektronik. Infrastruktur, jumlah dan transaksi APMK dan uang elektronik menunjukan perkembangan pesat selama 3 tahun terakhir.
Fintech2
Infrastruktur APMK sudah semakin banyak dan merata.Per juni 2016 jumlah mesin ATM mencapai 99.993 unit, mesin EDC 1.052.159 unit, dan merchant 595.845. Jumlah APMK beredar untuk kartu kredit sebesar 16.970.178, kartu ATM 7.7871.649 dan kartu ATM+debit 118.763.609, dengan volume transaksi 457.305.295 dan nilai transaksi 522.717.414 (juta). Begitujuga dengan penggunaan uang elektronik, dimana infrastruktur uang elektronik mencapai 317.090, instrumen uang elektrnik 39.575.555, volume transaksi 54.614.849, dan nilai transaksinya 471.545 (juta).

Perkembangan bisnis FinTech yang sangat pesat di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan pengguna internet dan ecommerce. Pengguna internet di Indonesia per November 2015 mencapai 88,1 juta. Pengguna internet diIndonesia didominasi oleh digital native, yaitu pengguan internet dengan umur 24 tahun ke bawah.
fintech3
Dari data diatas, dimana 49% pengguan internet beumur 18 -25 tahun dan 55% profesi pengguna internet karyawan atau swasta, merepersentasikan setengah pengguna internet di Indonesia merupakan penduduk usia produktif. Seluler menjadi media yang digunakan pengguan internet di Indonesia yaitu sebesar 85%, dimana pengguna internet terbesar berada di Jawa – Bali, sebesar 52 juta, dan Sumatera 18.6 juta.

Pemuda merupakan penduduk usia produktif, yaitu angkatan kerja yang merupakan keunggulan komparatif ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia. Keberadaan pemuda di era digital jangan sampai hanya menjadi obyek digital ekonomi, tetapi juga menjadi pelaku, memanfaatkan kemajuan digital untuk meningkatkan daya saing, produktif berperan serta dalam kegiatan ekonomi.

Inovasi FinTech yang mengeksplorasi pemanfaatan data, kemudahan akses dan rekayasa interaksi mesin dengan manusia (rekayasa user interface) merupakan keunggulan FinTech yang berdampak pada, Kemudahan Akses, Efisiensi, Akurasi, Monitor & User Guidance.

Peran FinTech Dalam Meningkatkan Bisnis Wirausahawan Muda
Kalangan ekonomi masyarakat muda dipelopori oleh wirausahawan muda (youth entrepreneur), dimana dalam perekonomian memiliki peran luas dan vital, yaitu sebagai penggerak ekonomi baik kini maupun di masa yang akan datang. Wirausahawan muda disini diartikan sebagai sorang wira usaha yang umurnya dibawah 40 tahun. Karakteristik wirausawawan muda diantaranya:
a. Bergerak di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
b. Open minded & technology friendly
c. Proaktif, produktif dan dinamis
d. Tidak memiliki guarantee yang cukup tetapi memiliki usaha yang potensial
e. Belum menanggung beban keuangan yang banyak.

Atas karakteristik tersebut, FinTech memiliki peran besar dan sesuai untuk mendorong wirausahawan muda, meningkatkan usahanya melalui fasilitas atau layanan keuangan yang mudah diakses baik dari sisi jangkuan maupun dari sisi persyaratan. Dari karakteristik neraca keuangan UMKM, peran FinTech dalam meningkatkan bisnis wirausahawan muda adalah sebagai berikut:
fintech7
Melalui layanan tersebut, diintegrasikan dengan layanan lainnya, seperti pengetahuan pasar, linkage ke pasar dan pengelolaan keuangan secara pintar dan terencana, FinTech dapat menjadi tumpuan peningkatan bisnis wirausahawan muda yang umumnya bergerak di sektor UMKM.

Referensi
1. EY. UK FinTech On the cutting edge. An Evolution of The International Fintech Sector. 2015. http://www.ey.com/Publication
2. World Economic Forum. GAC15 The Future of FinTech Paradigm Shift Small Business Finance report 2015. 2015. http://www3.weforum.org/
3. Tejas Damania. Development prospects regulatory environment of fintech. 2016. Delloite Seminar 2016. http://www3.weforum.org/
4. World Economic Forum. The Future of Financial Services: How disruptive innovations are reshaping the way financial services are structured, provisioned and consumed. June 2015. http://www3.weforum.org/docs/WEF_The_future__of_financial_services.pdf
5. D-Arner. FinTech Evolution Melbourne. June 2016. http://law.unimelb.edu.au/
6. Statistik Sistem Pembayaran Bank Indonesia. http://www.bi.go.id/id/Default.aspx
7. Keuangan inklusif OJK. http://www.ojk.go.id/
8. Berita Data Pengguna Internet di Indonesia. https://id.techinasia.com/
9. Data Berita Pengguan Internet di Indonesia. http://www.cnnindonesia.com/
10. Bank Indonesia. Materi Temu Ilmiah FinTech. Juli 2016. http://skim.kominfo.go.id/

Ketukkan Senja

Tags

, , ,


Oleh Antasena Wiyono

Tepi tebing bertanam beton
Lereng curam, genteng beragam
Berselimut sinar matahari senja
Redup kemilau kerlip gunung-gunung

Sapu pandang, pikiran melayang
Bimbang,
Diantara keagungan dan keangkuhan
Diantara hawa dingin dan gejolak panas keduniaan
Menggapai angan menepis gelombang keresahan

Laku manusia, lakuku
Tergopoh-gopoh mengejar angan, berdalih menuntaskan kewajiban keduniaan
Laku manusia, lakuku
Bertindak cerdik bersiasat licik, menari bersama dengan gelembung kebohongan, kesombongan

Ooo… aku manusia
Terhimpit diantara dua tebing, hasrat dan kesombongan
Ooo… aku manusia
Terjerembab lumpur nafsu berbalut eloknya mimpi debu

Ohh, kejut ketukkan senjaku mengingatkanku pada siapa sebenarnya diriku
Ohh, aku yang tak berdaya hanya bisa meratapi, tak ada keberanian untuk keluar dari lingkaran kefanaan

Demikianlah aku adanya,
Kadang aku hitam, putih dan kelabu
Demikianlah aku adanya,
Dengan ini tak kututupi apa yang menjadi sejatinya

Entrepreneurial Forum Seminar SahabatPreneur 2015

Tags

, , , , , , , ,


IK-publikasi-550px-rev1-2

Entrepreneurial Forum seminar SahabatPreneur 2015

SMART – FOCUS – MIRACLE

Session 1
Smart Young Entrepreneurs as a pioneer in Awakening Young Creative Entrepreneur:
Speaker:
1. Fadel Muhammad (SahabatPreneur Advisers)
2. Mirza Adityaswara (Senior Deputy of Bank Indonesia)
3. Triawan Munaf (head of the Agency’s Creative Economy) *
4. Dondi Hananto (Co-founder of Kinara)*

Session 2
Focus on Innovation: benefits of Branchless Banking for SMALL MEDIUM ENTERPRISES
Speaker:
1. Muliaman D. Hadad (Ketua Dewan Komisioner OJK)
2. Fadel Muhammad (Coach SahabatPreneur)
3. Asmawi Syam (Direktur Utama BRI)

Session 3
Miracle of Networking: Online Offline Networking in business
Speaker:
1. Fadel Muhammad (Coach SahabatPreneur)
2. Arya Sadhana (Head of Marketing & Sales Ansvia)

Free Registration:
https://docs.google.com/forms/d/1WkwOhVILiYhDEEJ9RUuDGVXI7HN4i5LUXLRgcDpumPU/viewform?c=0&w=1

Pancasila Sebagai Nilai Dasar Kebudayaan

Tags

, , , , ,


ciputranews_1386061449
By Udin Wiratno

LATAR BELAKANG
Dinamika perubahan selama lebih dari satu dasawarsa terakhir telah merambah berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan ketatanegaraan. Berlandaskan semangat reformasi, dengan tujuan membangun era baru, dengan menata ulang ketatanegaraan yang dulunya, yaitu era orde baru yang dianggap serat dengan diskriminasi dan pengekangan atas hak-hak warga Negara, menuju era demokrasi mengedepankan kebebasan berpikir, berpendapat dan bertindak, pada kenyataannya bangsa Indonesia terjebak dalam disorientasi kebangsaan, yaitu pudarnya tujuan berbangsa dan bernegara, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Ketidaksiapan masyarakat menerima kebebasan mengakibatkan kerusakan pada tantanan sosial, budaya bahkan tatanan berbangsa dan bernegara. Kita sebagai bangsa tidak dapat menyerap dan mengartikulasikan kemajuan jaman, sehingga kebebasan dalam arus globalisasi, kemajuan teknologi dan integrasi ekonomi dunia lebih berdampak buruk pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Akibatnya, jumlah konflik baik vertikal maupun horizontal mengalami peningkatan yang cukup tajam. Berdasarkan peta konflik yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Konflik jumlah konflik di Indonesia pada tahun 2007 mencapai…dengan … daerah rawan konflik. Indeks pembangunan merosot, manusia hanya menempati posisi … dari … Negara. Indeks pembangunan pendidikan Indonesia berada pada peringkat … dari… Negara. Indeks pembangunan ekonomi Indonesia mengalami kemuduruan berada di peringkat ke .. dari … Negara. Sementara itu indeks persepsi korupsi melonjak tajam berada di peringkat … dari… Negara. Fenomena korupsi menjadi seolah hal yang biasa, pornografi, gaya hidup K-Pop, kebarat-baratan, individualisme dan materialisme meruntuhkan tata nilai dan norma masyarakat.

Atas kenyataan tersebut, Indonesia sebagai satu kesatuan kebangsaan seolah tidak mempunyai otoritas atas dirinya. Kesadaran sebuah bangsa yang mempunyai jati diri, karakter dan keperibadian sudah tidak tercermin pada prilaku masyarakat dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sebagai sebuah bangsa seolah tidak mempunyai kemandirian berpikir, pembangunan didasarkan pada logika tanpa keyakinan sehingga tidak bisa mengembangkan nilai-nilai kebangsaan yang sesuai jati diri manusia Indonesia dan sesuai dengan perkembangan jaman.

PANCASILA
Pancasila konsep
Dasar-dasar berbangsa dan bernegara sebenarnya sudah diletakan oleh para founding father Negara ini. Pancasila merupakan dasar Negara, pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia yang syah sampai sekarang ini. Pancasila adalah jiwa, atau ruh dari bangsa Indonesia. Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, Sila Ketiga “Persatuan Indonesia” merupakan jati diri bangsa Indonesia, dasar pembangunan karakter manusia Indonesia yaitu atas dasar Ketuhanan, memiliki rasa kemanusiaan, mampu bersikap adil, berprilaku beradab, dan mengedepankan persatuan Indonesia.

Sila pertama adalah belief atau keyakinan dalam berbangsa dan bernegara. Sila kedua adalah dasar nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sila ketiga merupakan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama sampai sila ketiga merupakan panduan harmoni dalam berbangsa dan bernegara.

Sila Keempat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dalam Kebijaksanaan, Permusyawaratan/Perwakilan” merupakan dasar tata negara dalam berbangsa dan bernegara.

Sila Kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” merupakan tujuan dalam berbangsa dan bernegara.
Apa yang terjadi saat ini tidak terlepas dari tidak berfungsinya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik Pancasila sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi. Kenyataan itu tercermin dari survei pandangan masyarakat terhadap ideologi dan ideologi Pancasila.
Survei Pancasila
Survei ini dilakukan di Jakarta dengan pengambilan sampel pada 15 Universitas, 8 LSM dan 2 Institusi atau lembaga pemerintah. Dari hasil survei masyarakat berpandangan bahwa bangsa Indonesia sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila, tata negara, prilaku masyarakat, institusi pemerintah tidak sesuai, tidak mencerminkan atau tidak berasaskan Pancasila.

KEDAULATAN KEBUDAYAAN
Atas dasar hal tersebut diatas, makalah ini mempertanyakan kedaulatan kebudayan nasional. Mengapa kedaulatan kebudayaan? Kedaulatan kebudayaan berasal dari dua kata, kedaulatan yang berasal dari kata daulat, yaitu otoritas penuh, dan kebudayaan yang berasal dari kata budaya, budhi dan daya, yaitu cipta, rasa dan karsa manusia. Kedaulatan kebudayaan disini menggambarkan arti otoritas penuh atas ide dan gagasan cipta, rasa dan karsa manusia Indonesia.

Pancasila lahir atas buah kemerdekaan berpikir, berpendapat dan bertindak, dirumuskan dengan kejerinhan pikiran dan kesadaran dan semangat kebangsaan yang tinggi oleh para pendiri bangsa ini. Bung Karno presiden pertama dan salah satu founding father bangsa Indonesia menyatakan pentingnya pembangunan karakter bangsa sebagai modal untuk menghadapi tantangan kedepan. Kedaulatan kebudayaan nasional berarti juga mewujudkan kebudayaan yang bersumber dari dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sejarah menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan peradaban yang adiluhung, bangsa yang mampu menyerap inti sari nilai-nilai kemajuan jaman baik yang berasal dari luar maupun yang berasal dari dalam. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan daya kreatif yang tinggi, mampu meng-asimilasi dan meng-akulturasi nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia, dalam rangka proses pembentukan budaya nusantara.

Makalah ini berdasarkan pada tesis bahwa, kerusakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini disebabkan karena pikiran dan mental yang terjajah, akibat dari tidak berfungsinya Pancasila sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai dasar negara maupun Pancasila sebagai ideologi negara.

Pikiran yang terjajah adalah pikiran yang terkekang oleh setigma keagungan pemikiran luar, menafikan pikiran yang jujur dan orisinil yang sesuai dengan keyakinan, ruang dan waktu. Sedangkan mental yang terjajah adalah mental yang tidak mandiri dan tidak percaya diri, atau minder dan tergantung pada sesuatu atau orang lain.

Kedaulatan kebudayaan menjadi penting karena menghasilkan sistem gagasan atau ide, cipta, rasa dan karsa yang bersumber dari pemikiran yang jernih dan mental yang merdeka, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan keduanya berdasarkan pada sebuah keyakinan yang bersumber dari hati nurani. Sehingga dengan kedaulatan kebudayaan karakter dan jati diri bangsa Indonesia akan terbangun dengan sendirinya.

Referensi:
Gambar: http://www.ciputranews.com/media/images/2013/12/ciputranews_1386061449.jpg

Aside

Narestri Jendra Soka Hayupertiwi

Tags

, , , , ,


By Antasena Wiyono

Narestri,
Kau penerus genetikaku
Didalam tubuhmu, mengalir darahku
Didalam pikiranmu, tertanam nilai-nilai keseharianku

Narestri,
Cintamu adalah keikhlasanku
Bijakmu adalah pengendalian nafs-ku
Pintarmu adalah ketulusanku

Sementara kau belajar berjalan, menapak tanah setapak demi setapak, aku belajar menjalani kehidupan, hidup dan menghidupkan.

Sementara kau belajar bicara,ba..ba..na..na.. aku masih belajar meraba dunia, tertawa dan menangis, menakar dan mengais, mengisi warna-warna dunia.

Tahukah kau Narestri, bahwa terkadang aku merasa kau miliku sepenuhnya
Kau adalah buah senggama cintaku sepenuhnya
Segera setelah angin berhebus membelai wajahku,kesadaranku menyatakan
Kau adalah amanat, salah satu fungsi dalam peranku di dunia
Aku hanya pengatar gerbang takdirmu
Aku hanya berhak merasa seolah aku memilikumu

Jendra,
Kau hadir di jaman bencana kemanusiaan, dimana kebenaran terbungkus oleh kepalsuan, kejujuran tertimbun oleh kemunafikan, ketulusan terkikis oleh pamerih.
Jaman dimana kebanyakan orang mengira bahwa cinta dapat diukur,
Segala sesuatunya tersamarkan oleh kebenaran kolektif yang belum tentu kebenaran universal
Atas keadaan yang tak menentu ini, aku takut, aku resah, aku bingung,

Berpikir keras…
Bagaimana aku menjalani kehidupan di jaman yang seperti ini
Dan, bagaimana aku berbuat yang terbaik untukmu

Jendra,
Kau harapanku satu-satunya
Sampai saat ini, kau kekuatan kesabaranku walaupun terkadang kau menekanku dengan kekuatan keadaan untuk ada,
Seraya membisikiku untuk tabah menjalani kehidupan dunia.
Betapapun aku mengarungi keberadaanmu melalui alam pikiranku, kadang aku merasa kau keakuankku
Kadang juga aku merasa kau rahasia yang menjadi teman senyapku yang nyata
Di selisih waktu, aku panjatkan doa-doa untukmu,
Kututurkan mantra-mantra agar supaya aku dapat menjumpaimu dalam wujud yang paling nyata

Soka,
Tangismu ditengah malam segera menyadarkan akan tugasku untuk bikin susu
Disertai dengan kantuk, beranjak aku kedapur yang tak rapi,
Diantara ketidak sadaranku, aku rindu senyum pagimu, celoteh cedalmu yang bertautan dengan camar
Sesaat senyap, membuatku terjaga akan kantukku , mengingatkan aku akan diriku yang masih compang camping

Soka,
Ditengah remang cahaya listrik disertai gemuruh kipas angin, dalam lelap tidurmu aku mebelaimu
Sementara kau bermain didalam mimpimu, kuciumi pipimu kurengkuh tubuh mungilmu
Sambil beranjak, sekilas disebelah tubuh mungilmu, surgamu yang mewujud tergeletak lelap dalam keletihan
Sambil terhuyung meninggalkanmu, aku mengambil laptop naik ke atas,

Eh…. Tak terasa air mataku mengalir, darah didalam tubuhku bergejolak
Aku tersentak oleh derita bahagiaku

Hayupertiwi,
Anggap saja ini bisikan cintaku padamu
Kau adalah ibu, bukan sekedar bagi anak-anakmu, tetapi juga bagi sesamamu, bangsa dan negaramu
Kau adalah ibu pertiwi

Hayupertiwi,
Meskipun kau lahir dialam yang sedang gersang, jangan kau patah arang
Jadikan welas asihmu sebagai pedang guna mewujudkan kemakmuran dan kedamian tanah kelahiran, tanah pengharapan
Hayupertiwi, maafkan aku yang masih hanya bisa bertutur, lakuku masih berliku, tekadku masih belum sekuat batu

Dikesunyian, di sepertiga malam yang memberiku kedamaian
Hujan turun bersama petir, gelegar dan kilat berkilauan, seolah ingin memberitahuku, menyibakkan rahasia malam
Senyapku sepintas lalu, kuteruskan dengan kegiatanku dimana aku harus menyambut pagi, menyongsong munculnya matahari dan geliat ranum bumi

Lalu aku turun kebawah, kuusap mukamu, kukecup keningmu
Lirih aku menyebut namamu,
Narestri Jendra Soka Hayupertiwi

Sodara

Tags

, , ,


By Antasena Wiyono

Diatas altar yang dibangun dari darah dan air mata para pahlawan
Atas dasar kejayaan masa lalu yang tertimbun oleh sejarah feodal yang menjadi pedoman setiap pemikiran
Dengan ini aku menyatakan perlawanan terhadap keadaan
Aku mengajakmu bersatu kawan, aku menantangmu lawan

Sodara,
Sadarkah sebagai bangsa sudah lama kita tidak bernah menyatu?
Sekarang kita adalah rumpun yang terpisah-pisah rancu
Setiap perbedaan membuat kita bersetru

Sodara
Sadarkah bahwa kita sebenarnya kita satu jasad, satu kepentingan dan satu tujuan?
Ada buruh ada majikan, keduanya bekerjasama untuk penghidupan dan kemakmuran, bukan untuk memperlebar kesenjangan
Diantara Sabang sampai Merauke terbentang potensi yang berbeda-beda, yang jika menyatu kita dapat menghidupi dunia, memberi sumbangsih lebih pada peradaban
Antara kau, aku dan kamu pastilah tidak sama, terpisahkan hasrat keinginan dan keadaan, tapi bukan alasan tidak menjadi saudara, kawan senasib dan sepenanggungan

Kita begini karena kita terlalu kaku untuk menyatakan bahwa kita adalah mereka, kau adalah aku
Karena di otak kita masih tertanam sisa-sisa doktrin politik pecah belah yang diwariskan oleh para penjajah
Kita hanya bisa mendefinisikan kita sebagai individu
Tidak pernah kita menengok sejarah, bahwa kepribadian kita sebenarnya sudah terjarah

Sodara
Apakah hanya dengan momen monumental 17 agustus 1945 kita dengan otomatis merdeka?
Tidak,

Menakar Kualitas Pemerintahan Hasil Pemilu 2014 (Gak Sempet Publish)

Tags

, , , ,


By UW

Hasil Sementara Hitung Cepat Pileg 2014

Sementara penghitungan suara pemilu legislatif masih berlangsung, penghitungan quick count (penghitungan cepat) sementara sudah menampakan gambaran hasil akhirnya. PDIP memimpin perolehan suara sementara dengan 18,67%, diikuti Golkar 14,85%, di pisisi ketiga Gerindra 11,43%, Demokrat terjun bebas menjadi 10,24%, PKB melecit menjadi 9,42%, PAN 7,61%, Nasdem menjadi kuda hitam dengan perolehan suara 6,67%, PKS turun menjadi 6,64%, PPP turun menjadi 6,52%, Hanura menanjak dengan perolehan suara 5,38%, PBB cukup dengan perolehan suara 1,59% dan paling buncit PKPI dengan perolehan suara 0,97% (sumber:RRI).

Hasil tersebut ditanggapi berbeda-beda oleh berbagai kalangan. Optimisme tersirat dari wajah pipiman parpol yang perolehan suarannya melecit. Sebaliknya, wajah kecut dan pesimis tersirat pada pimpinan parpol yang perolehan suarannya turun. Sementara para politisi mengambil ancang-ancang menghadapi pemilu selanjuntnya yaitu pilpres, pengamat politik ikut meramaikan dengan tanggapan menggoda, memanas-manasi atas dasar dalih teori dan agrumen ilmiah yang tak terbantahkan. Tidak mau kalah, yang dinamakan dengan ‘pasar’ juga ikut berekasi atas hasil sementara pileg, IHSG terjun bebas, dan nilai Rupiah terhadap Dollar melemah.

Penyelenggaraan Pileg 9 April 2014 terbilang sukses. Walaupun ada sekitar 600 lebih TPS yang harus menjalani pemilu ulang dan angka Golput dapat ditekan, rakyat dapat menyalurkan hak demokrasinya dengan aman, tentram dan damai. Sementara rakyat pasar setelah mengamanatkan kepentingannya untuk diperjuangkan kepada calon legislatif yang dipilihnya, partai politik justru sebaliknya, beruforia dengan menyambut dinamika politik baru yaitu pilpres. PDIP sudah sejak dini menyatakan tidak akan membangun pemerintahan dengan sistem ‘bagi-bagi kursi’, dan mengusung Jokowi sebagai bakal calon Presiden. Gerindra yang dari awal mencalonkan Prabowo sebagai calon Presiden langsung menggalang koalisi dengan melakukan komunikasi ke PPP dan PKB untuk memenuhi target 20% syarat pencapresan. Nasdem sebagai kuda hitam memasang Jusuf Kalla sebagai bakal calon yang digadang-gadang untuk di duetkan dengan Jokowi. Sementara pimpinan tertinggi PKB, Muhamimin Iskandar sedang menimang pilihan paling menguntungkan bagi partainya, PKS mengindikasikan merapat ke Gerindera. Dan, Demokrat partai penguasa pemenang pemilu 2009, yang kini sudah tidak dominan lagi, sepertinya sedang melakukan konsolidasi internal, dan berhitung mengambil langkah politik strategis dengan memanfaatkan posisi SBY sebagai ‘King Maker’.

Hukuman Bagi Demokrat

Menyimak pendapat berbagai kalangan di media, banyak yang optimis dan menaruh harapan besar atas pemilu 2014. Terjungkalnya Partai Demokrat sebagai partai penguasa diurutan ke-4 merupakan hukuman masyarakat kepada partai Demokrat yang pada masa kekuasaanya dipandang tidak dapat membangun pemerintahan yang solid, tegas dan tidak serius memperjuangkan kepentingan rakyat. Hukuman tersebut merepresentasikan keinginan masyarakat akan adanya perubahan. Dari keadaan tersebut, yang diuntungkan adalah PDIP sebagai partai oposisi, Gerindera yang mengusung kepemimpinan Prabowo Subianto dan Nasdem yang sejak jauh hari mengusung visi restorasi Indonesia, sehingga ketiga partai tersebut perolehan suaranya melecit di Pileg kemarin.

Menakar Harapan Rakyat

Untuk sementara ini, hukuman rakyat kepada partai Demokrat sudang terlaksana. Tetapi, apakah harapan rakyat akan adanya pemerintahan yang solid, tegas dan serius memperjuangkan kepentingan rakyat kepada pemerintahan yang akan datang dapat terwujud?

Menakar pemerintahan hasil Pemilu 2014, harapan rakyat akan adanya perubahan yang lebih baik, memiliki pemerintahan yang solid, tegas dan benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat sepertinya sulit terwujud.

Kualitas Legislatif Lebih Buruk Dari 2009

Pemerintahan Indonesia dibangun atas dasar tiga pilar, yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif. Masing-masing pilar memiliki hubungan timbal balik antara satu dengan lainnya. Pemilu 2014 menghasilkan pilar legislatif, dengan fungsi legalisasi setiap peraturan dan undang-undang yang diajukan oleh eksekutif. Pemilu 2009 menghasilkan fungsi legislasi yang tidak maksimal, banyak rancangan peraturan dan undang-undang yang terbengkalai karena tidak terlegalisasi oleh dewan legislatif. Anggota legislatif hasil pemilu 2009 juga banyak yang tertanggap KPK melakukan tindak pidana korupsi, yang mengindikasikan anggota legislatif hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya, tidak serius memperjuangkan konstituennya. Itu semua terjadi karena sistem politik yang menghasilkan politik biaya tinggi dan tidak adanya kekuatan politik mutlak, sehingga relasi politik antar partai di senayan tidak dapat dikendalikan dan bergerak atas dasar kepentingan masing-masing partai. Akibatnya, pilar legislatif rapuh, sehingga pemerintahan 2007 -2014 mudah goyah, setiap langkah strategis yang diambil pemerintah jika tidak menguntungkan suatu partai hanya menjadi komoidtas politik melalui mosi tidak percaya kepada pemerintah.

Bagaimana dengan kualitas legislatif hasil pemilu 2014? Dari hasil sementara perhitungan cepat, menunjukan tidak ada kemenangan mutlak dari partai terntentu, kekuatan legislatif hasil pemilu 2014 cenderung berimbang dan malah menghasilkan konstelasi yang rumit antar partai. Jika pemilu 2009 menghasilkan dua kubu kekuatan legislatif, yaitu kubu pemerintah dan opisisi yang pada kenyataanya relasinya juga rumit, pemilu 2014, sepertinya akan menghasilkan 3 kubu kekuatan legislatif dengan 1 kubu mengambang, yaitu PDIP, Golkar dan Gerindera, dengan kubu mengambang partai Islam yang setiap saat bisa satu suara dan saat lainnya terpecah ke masing-masing kubu.

Dengan konstelasi diatas dan sistem politik biaya tinggi sebagai hasil pendidikan politik yang buruk, partai akan cenderung berpikir praktis, setiap keputusan politik sudah dapat dipastikan hanya bersifat praktis, mempertimbangkan kepentingan jangka pendek dalam lingkup yang sempit. Jika demikian, sudah dapat dipastikan pilar legislatif yang dihasilkan dari pemilu 2014 tidak akan solid, dan tidak benar-benar memperjuangkan kepetingan rakyat. Ini, akan berdampak buruk pada dua pilar lainnya yaitu eksekutif dan yidukatif, akan menghambat pembangunan dan menghambat terwujudnya pemerintahan yang bersih.

Pimpinan yang Tersandera

Konstelasi politik saat ini hampir sama dengan Pemilu 2009, hanya aktor utamannya saja yang berbeda. Pada Pemilu 2009 aktor utamanya adalah Demokrat dengan SBY sebagai Capres, PDIP dengan megawati sebagai Capres, dan Golkar dengan Jusuf Kalla sebagai Capres, kini muncul Gerinda dan Prabowo-nya menggantikan Demokrat. Belajar dari Pemilu 2009, walaupun SBY dan Demokrat berhasil memenangkan Pemilu, tetapi kenyataanya pemerintahan koalisi yang dibangunnya malah menyandera SBY sebagai Presiden. Pemerintahan hasil koalisi tidak kompak, tidak efektif dan efisien, sehingga eksektif sebagai pilar pelaksana pembangunan tidak bekerja dengan baik. Wakil partai yang duduk di kabinet tidak dapat bekerja dengan baik karena adanya tuntutan partai. Koordinasi antar mentri dikabinet tidak jalan, instruksi presiden sebagai pimpinan teringgi eksekutif dipahami secara politis.

Hasil perhitungan cepat sementara yang mengindikasikan tidak adanya partai yang memenuhi Presidential Threshold memaksa setiap partai yang akan mengusung capres untuk berkoalisi dengan partai lain. Sejarah Pemilu 2009 terulang, bahkan mungkin akan menghasilkan pemerintahan yang lebih buruk.

PDIP dengan Jokowi-nya yang sebelumnya percaya diri mendapatkan 25% suara Pileg dan yakin mampu menempatkan 20% wakilnya di DPR, melihat kenyataan sementara, kini mereka rajin membangun komunikasi politik dengan partai lain. Walaupun Jokowi sudah menyatakan tidak akan ‘bagi-bagi kursi’ kenyataanya, Cawapres pendampingnya kemungkinan besar dari luar PDIP. Sementara Golkar masing wait and see, Gerindera lebih jujur dan realistis dengan menawarkan power sharing dalam sistem koalisi yang dibangunnya.

Koalisi antar partai untuk memenuhi Presidential Threshold hanya menghasilkan koalisi kekuasaan. Koalisi dimana partai bersepakat bekerjasama untuk meraih kekuasaan tertentu dan berbagi kekuasaan itu sesuai dengan kesepakatan. Koalisi kekuasan merupakan respresentasi dari politik praktis yang sifatnya jangka pendek, kerjasama partai tidak dibangun atas dasar chemistry visi dan misi masing-masing partai.

Koalisi kekuasaan hanya menghasilkan presiden definitif, yaitu presiden yang tersandera oleh kepentingan partai, tidak memiliki kekuasaan penuh atas eksekutif dan akan selalu dijegal melalui jalur legislatif sehingga tidak dapat membangun pemerintahan yang solid, efektif dan esisien.

Kesadaran Rakyat

Melihat kenyataan sekarang, sepertinya harapan rakyat akan adanya perubahan, yaitu terwujudnya pemerintahan yang solid, bersin, bertanggungjawab dan benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat sepertinya belum akan terwujud pada momentum Pemilu 2014.

Hasil Pemilu2014 kemungkinan tidak akan menghasilkan pemerintahan yang solid yang berdiri diatas tiga pilar legislative, eksekutif dan yudikatif yang kokoh, saling menopang antara satu dengan lainnya.

Euforia yang dipertontonkan setelah Pileg hanya euforia pada tingkat elit yang haus kekuasaan. Nyatanya, partai dan elitnya langsung memanfaatkan suara rakyat untuk bargain dalam mekanisme koalisi dengan partai lain. Tidak mempedulikan partai yang diajak koalisi apakah sesuai dengan karakter konstituennya. Bagi partai suara rakyat hanya alat untuk meraih kekuasaan. Bagi elit politik suara rakyat hanya alat untuk mencapai posisi tertentu didalam pemerintahan.

Mungkin rakyat sudah menyadari hal itu. Bagi rakyat, mungkin pemilu dipandang sebagai perjudian antara harapan perubahan dan rasa welas asihnya terhadap Caleg dan Capres yang sudah mengeluarkan uang banyak, sehingga muncul opsi ‘daripada memilih ini mendingan memilih itu’, ‘daripada yang jadi ini lebih baik memilih itu’.

Ekonomi Kewirausahaan: Pendekatan Kewirausahaan Dalam Pembangunan Ekonomi

Tags

, , ,


Oleh: Udin Wiratno

Pembangunan Ekonomi Indonesia

Tahun 2015 menjadi milestone ketiga dalam rangka mewujudkan RPJPN 2005-2025 yaitu, terwujudnya masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur, melalui percepatan pembangunan, struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif daerah dan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Pada milestone ketiga ini, perekonomian Indonesia dihadapkan berbagai tantangan, baik dalam dan luar negeri. Tantangan perekonomian yang berasal dari luar negeri diantaranya: 1) The ASEAN Community; 2) krisis keuangan global; 3) turbelensi ekonomi Asia. Untuk dalam negeri, perekonomian nasional dihadapkan pada tantangan, 1) ketersediaan infrastruktur sebagai penunjang utama kegiatan ekonomi; 2) struktur perekonomian yang masih dalam penguatan; 3) penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang masih terbatas.

Dengan potensi ekonomi yang dimiliki, optimisme atau harapan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan perekonomian yang berprinsip pada keadilan sosial, sesuai dengan tujuan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang pemerintah sesungguhnya sangatlah mungkin dilakukan.

Jumlah penduduk Indonesia sebesar 251 juta, merupakan sumberdaya yang juga sekaligus potensi pasar dalam negeri. Jumlah angkatan kerja Indonesia sebesar 121 juta jiwa, yang masih menempuh bangku sekolah 16,7 juta jiwa (BPS).

Keanekaragaman hanyati, letak geografi Indonesia, kekayaan laut, potensi agraris dan kandungan mineral alam merupakan keunggulan komparatif yang tak terhitung nilainya dan belum dimanfaatkan secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Kenyataannya, pada tahun 2015 ini, asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5%-6,0%, inflasi sebesar 5,0%-5,5%, dan dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp. 11.600. nilai tambah industri besar dan sedang 2008-2013 sebesar 13% (BPS), pertumbuhan ekspor tahun 2012 mengalami penurunan -7,1% dan usaha mikro dan kecil (UMK) yang menjadi harapan dan penopang ekonomi nasional juga mengalami stagnasi. Penyaluran kredit perbankan kepada sektor riil, khususnya usaha kecil dan menengah relatif kecil.

Di sektor moneter dan keuangan, terintegrasinya ekonomi nasional dengan ekonomi global menjadikan ekonomi Indonesia terpengaruh pada dinamika ekonomi internasional, baik positif maupun negatif. Salah satu contoh yng belum lama terjadi adalah krisis keuangan global 2008 dan gejolak ekonomi Eropa, walaupun pada akhirnya dapat dikendalikan, namun sempat menggerus cadangan devisa, mengganggu stabilitas perekonomian nasional.i

Peranan Kewirausahaan Dalam Pembangunan Ekonomi

National Endowment Factor seperti yang dikemukakan oleh Michael Porter merupakan faktor penting dalam daya saing suatu negara. NEF yang salah satunya mewujud pada faktor produksi agar memiliki nilai tambah, membutuhkan pelaku ekonomi-pelaku ekonomi yang handal, mandiri, ulet, dan kreatif. Disinilah peran wirausaha sangat strateagis sebagai aktor utama untuk menciptakan nilai tambah di sektor riil dan di wilayah ekonomi baru, meningkatkan PDB, menyerap tenaga kerja dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat. Siapa pelaku ekonomi itu? Dia adalah wirausahawan (entrepreneur), seorang yang memiliki visi melayani masyarakat dan kemampuan mewujudkannya dengan cara mengkoordinir, mengelaborasi, faktor produksi terkait, menciptakan nilai tambah ekonomi, menghasilkan produk berupa barang dan jasa. Dari kegiatan pelayanan tersebut wirausaha mendapatkan manfaat ekonomi.

Pendekatan Kewirausahaan

Dalam beberapa dekade yang lalu, pembangunan ekonomi lebih menitikberatkan pada faktor produksi dan mengutamakan pada kegiatan ekonomi ekstraktif. Untuk ke depan perlu paradigm baru yaitu menitikberatkan pada knowledge based economy. Visi ekonomi menjadi sesuatu yang penting. Disinilah entrepreneurial economy akan semakin berperan. Ekonomi kewirausahaan (entrepreneurial economy) dapat didefinisikan sebagai model pembangunan ekonomi melalui pendekatan kewirausahaan. Dalam ekonomi kewirausahaan terkandung tiga aspek utama, 1) pelaku, yaitu wirausahawan; 2) kegiatan kewirausahaan yang merupakan kegiatan penciptaan nilai tambah ekonomi atau kegiatan inovasi; dan, 3) ekosistem kewirausahaan (entrepreneurial ecosystem), atau lingkungan yang memicu dan mendorong kegiatan kewirausahaan. Pembangunan ekonomi melalui pendekatan kewirausahaan mencakup tiga aspek tersebut, intinya meningkatkan nilai tambah ekonomi (inovasi) melalui peran dan partisipasi masyarakat, sehingga produksi nasional meningkat, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Penutup

Pembangunan ekonomi dengan pendekatan kewirausahaan (entrepreneurial economy) juga menjadi salah satu alternatif ideal untuk menciptakan pertumbuhan inklusif, meningkatkan penyaluran kredit perbankan tanpa meninggalkan aspek prudensial, menekan laju inflasi inti melalui peningkatan produktivitas, dan sebagai media elaborasi saling mendukung antara sektor moneter, keuangan dan sektor riil. Terakhir pembangunan ekonomi dengan pendekatan kewirausahaan akan mendorong terjadinya proliferasi wirausaha sehingga diharapkan ekonomi akan tumbuh merata dan berkualitas.