Mahmud Ahmadinejad sosok presiden Iran satu ini memang selalu menggemparkan dunia. Pernyataannya yang keras menentang Amerika dan Barat, mengungkapkan ketidakadilan selalu ditanggapi dengan reasi yang beragam dari sinis, kagum maupun acuh. Ahmadinejad pernah melontarkan pernyataan penghapusan negara Israel dari peta dunia, salah satu pernyataan paling berani yang dilontarkan oleh pemimpin dunia. Tidak hanya itu saya, pemboikotan pidatonya di forum PBB sudah menjadi hal yang biasa. Terlepas dari pernyataan kerasnya yang selalu menimbulkan polemik dan membuat orang-orang untuk berfikir ulang mengenai tatanan dunia, Ahmadinejad adalah salah satu sosok pemimpin yang karismatik.

Memang sulit menggambarkan sosok kepemimpinan presiden satu ini. Referensi di internet kebanyakan menggambarkan pemikirannya secara ekstrim, jarang referensi yang menggambarkan sosok Ahmadinejad secara utuh. Berita tentang Ahmadinejad selalu berkaitan dengan politik. Sudah barang tentu sebagai seorang pemimpin ekspos tentang dirinya tidak jauh dari politik dan pemikirannya. Namun, dibalik berita-berita yang menggambarkan pemikirannya secara ekstrim itu muncul satu pertanyaan sederhana “Siapa sih orang ini?

Mahmud Ahmadinejad lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran pada tanggal 28 Oktober 1956. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya, seorang Tukang Besi. Berangka dari keluarga sederhana Ahmadinejad menapaki jenjang kehidupan dari bawah. Ahmadnejad menyelesaikan gelar doktor di Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST), menjadi Walikota Teheran dan pada akhirnya menjadi Presiden Iran.

Kepemipinan Ahmadinejad
Dunia barat memandang Ahmadinejad sebagai pemimpin kontroversial. Menjadi ancaman bagi perdamian dunia yang sebenarnya tidak pernah damai. Apapun setigma yang dicapkan Ahmadinejad tidak mengurangi karismatik yang dimilikinya. Dari pernyataan dan sikapnya, apapun yang melatarbelakanginnya, entah kepentingan politik dalam negeri atau luar negeri Ahmadinejad sebagai seorang pemipin memiliki karakter yang dapat menjadi teladan bagi pemimpin dunia lainnya.

  1. Berani: Apa yang diungkapkan oleh Ahmadinejad terkait ketidakadilan di forum PBB adalah rahasia umum yang tidak hanya diketahui oleh seorang presiden, orang biasa dan anak sekolah pun tahu. Namun dia berani mengungkapkan unek-unek dunia di forum PBB. Politik luar negeri yang ditempuh Ahmadinejad sepenuhnya untuk mempertahankan kedaulatan negaranya. Sedangkan, didalam negerinya dia tidak segan untuk berhadapan dengan kaum liberal dan sekluer dari kelas atas yang tediri dari orang-orang kaya di Iran yang hanya mementingkan diri sendiri.
  2. Tegas: Baik didalam dan diluar negeri, Ahmadinejad terkenal dengan ketegasanya. Berani mengambil sikap tidak populer di kancah internasional yang menyebabkan Iran selalu dijatuhi sangsi. Didalam negeri, Ahmadinejad tegas mengambil sikap terhadap pejabat yang melakukan penyelewengan dan tidak patuh terhadap konstitusi.
  3. Sederhana:Untuk yang satu ini tidak diragukan lagi, dan mingkin satu-satunya presiden yang paling sederhana di dunia. Setelah menjadi presiden Ahmadinejad masih menempati rumah pribadinya yang sederhana, naik pesat terbang dengan kelas ekonomi, breakfast hanya dengan sandwiches atau roti yang disiapkan oleh istrinya. Bahkan ada salah satu foto yang menggambarkan dia tidur di lantai di ruang tamu dengan bantal matras. Sebagai Presiden Ahmadinejad tidak pernah mengambil gajinya dengan alasan masih banyak rakyatnya yang dihdup kekurangan. Dan yang paling mengagumkan sebagai seorang presiden ketika Sholat Berjamaah dia tidak harus berada di barisan paling depan.


Setelah mengetahui hal tersebut, tidak heran jika Ahmadinejad terpilih selama dua periode menjadi presiden Iran. Tiga karakter Ahmadinejad sebagai seorang pemimpin diatas menjadikan dia dicintai rakyatnya, walaupun diluar negaranya dia dipandang sebagai ancaman, dihujat dan dikucilkan dari pergaulan internasional.

Pandangan Ahmadinejad
Dalam padangannya, seperti pada umumnya pemimpin dari timur Ahmadinejad menentang keras ide kenegaraan “seperation of church and state” (atau mosque and state for that matter) yang mengindikasikan atau berjutuan “seperation of power and ethical bahavior” (memisahkan kekuasaan dengan tingkah laku etika atau moral). Pada sebuah kesempatan di depan mahasiswa Amir Kabir University pernah menjelaskan tujuan pemerintahannya yang diantaranya:

  •   The first thing to act justly, is to stop those that want more than they deserve and all their wishes fulfilled.
  •   We aren’t fighting the private sector, but we are against people thinking they own the country.

Ahmadinejad juga mengukapkan Padangan keterkaitan barat dengan korupsi yang terjadi di negaranya dengan kesimpulan sbb:
The West still sees Iran as a developing country to be controled for it´s resources and to do this you need corrupt government officials who turn over resources and wealth of their countries´ to western corporations for personal favors given by corporate agents.

So, di dunia nyata baik buruk seseorang adalah tergantung pada yang menilainya. Yang pasti bagi seorang pemimpin adalah menjalankan sepenuhnya apa yang dia yakini apapun konsekwensinya. Pemimpin yang baik sadar betul bahwa kunci keharomisan dalam suatu organisasi atau masyarakat adalah keadilan. Ahmadinejad berani menyuarakan keadilan, tegas menentang kelaliman, didepan pemipin Amerika dan Barat dia sigap waspada, berdiri sama tinggi duduk sama rendah, didepan pemuka agama dia tunduk memohon doa restu. Bukan sebaliknya, pemuka agama yang memohon restu pada penguasa. Itulah sekilas tentang kepemimpinan Ahmadinejad sebagai Presiden Iran yang saya tangkep. Lainnya, terserah masing-masing.

Gambar: