Tags

, , ,


By Antasena Wiyono

Ekonomi desa, dapat diartikan kegiatan meknaisme ekonomi di perdesaan. Kegiatan ekonomi desa pada umumnya tidak jauh dari pertanian, perkebunan dan kerajinan. Ekonomi yang menyatu dengan alam, ritmenya pun menyesuaikan ritme alam. Dalam pada sebuah desa, dimana kegiatannya selalu mengikuti alam, interaksi sosial mencerminkan kearifan alam. Sapa-menyapa menjadi keseharian memenuhi hari yang tidak egois. Sementara para lelaki memepersiapkan persemaian bibit padi, para wanita menari dengan jemarinya menganyam tembikar, rautan bambu atau batang eceng gondok kering menjadi produk yang penuh keanggunan.

Desa dan perdesaan disini bukanlah dikotomi geografis, namun merujuk pada tempat yang mempunyai kearifan lokal yang terpelihara. Definisi desa dan perdesaan tidaklah menjadi penting ketika berbicara masyarakat secara keseluruhan. Desa dan perdesaan adalah bagian dari masyarakat modern yang memunyai nilai elok dengan akulturasi dan asimilasi peradaban yang diserap dari luar.

Pada setiap kesempatan mengunjungi desa selalu terjadi perubahan yang walaupun tidak signifikan, pelan-pasti merubah wajah peradaban desa. Program pembangunan perdesaan yang dicanangkan pemerintah sejak kemerdekaan Indonesia, setelah masa reformasi malah mengalami stagnasi. Dibalik pembangunan perdesaan yang berjalan lambat, pada inti peradaban desa, kultur yang digerakan oleh belif sebagai hasil dari pola pikir, pemahaman atas Ketuhanan alam dan sosial lambat laun mengalami pengikisan yang mengarah pada perubahan.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuka arus informasi masuk ke perdesaan. Layaknya pisau bermata dua, arus informasi yang masuk ke desa tidak semuanya baik bagi masyarakat desa. Kesenjangan akan ilmu pengetahuan modern yang tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh masyarakat desa pada kahirnya berbenturan dengan kearifan lokal. Tentunya, korban pertamah adalah generasi muda di desa yang limbung karena terlalu banyak mengenyam arus informasi yang tidak dapat dibahaminya sementara mental, adat dan karakternya masih menyatu dengan kearifan desa. Arus informasi moderen yang masuk ke desa rata-rata menjanjikan harapan, kesenangan dan kemudahan yang lambat laun memutus sosial genetik generasi muda desa.

Integrasi geografis dengan pembangunan jalur transportasi sebagai buah pembangunan perdesaan lebih bermanfaat ketimbang integrasi maya melalui satelit. Tidak dapat dipungkiri lagi, perdesaan sekarang adalah perdesaan dengan peradaban yang dipaksakan. Peradaban akulturas bebas tanpa arahan yang membuat generasi muda perdesaan menjadi menjadi boneka hidup dalam kegiatan ekonomi. Pemanfaatan produk moderen sebatas sebagai role model yang menurunkan dapak negatif lainnya. Pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan pemahaman tidak berfungsi maksimal mengembangkan pola pikir generasi muda desa. Kesadaran pendidikan diperdesaan tidak tumbuh subur seiring dengan kesadaran menjadi konsumen yang rakus.

Salah satu fenomena yang sedang terjadi di perdesaan adalah Forex Masuk Desa. Fenomena forex masuk desa, apakah program dari pemerintah ataukah dampak dari moderenisasi yang tanpa arah? Yang jelas forex masuk desa menggelitik perhatian bagi siapa saja yang berasal dari desa.

Forex adalah produk investasi keuangan yang terbilang advance. Forex kepanjangan dari foreign exchange atau pertukaran mata uang. Sedangka forex trading adalah perdagangan mata uang asing/valuta asing atau perdagangan valas. Pertukaran mata uang guna kepetingan perdagangan antar negara pada perkembangannya dikembangkan menjadi sebuah produk investasi keuangan. Forex merupakan salah satu ciri perekonomian modern yang dibalik produk yang kelihatannya sederhana terdapat kerumitan sistem, mekanisme dan dibutuhkan pemahaman medalam. Dana yang diinvestasikan di pasar uang haruslah dana idle atau dana lebih yang tidak digunakan secara produktif.

Disebuah desa di pesisir selatan berbatasan dengan Jawa Barat di propinsi Jawa Tengah masyarakat desannya sedang demam Forex. Secara legalitas Forex tidak lah salah, toh buktinya pemerintah membolehkan dan mengakomodasi kegiatan ekonomi yang memperdagangkan mata uang ini. Lantas, bagaimana dengan Forex Masuk Desa?

Sudah banyak masyarakat di desa yang tersebut diatas mengalihkan investasi dari bentuk tanah, ternak, kendaraan kedalam bentuk investasi perdagangan mata uang yang disebut Forex Trading. Miris mendengarnya karena ketika orang-orang desa tersebut yang menaruh hartanya di Forex Trading tidak memahami investasi tersebut. Rata-rata dari mereka tergiur dengan imbal hasil investasi di Forex Trading. Jika fenomena ini berlanjut dan menyebar ke daerah perdesaan lain akan mengakibatkan kerugian kedua belah pihak yaitu masyarakat perdesaan dan Forex Trading yang namanya tercoreng. Dari fenomena inilah instansi pemerintah yang berkaitan langsung dengan investasi pasar valuta asing merespon dan meluruskan instrumen investasi forex. Tidak hanya itu, yang sekarang tejadi pada masyarakat perdesaan merupakan hasil dari pembangunan perdesaan. Jadi, perlu dirumuskan kembali pembangunan perdesaan yang sesuai dengan perkembangan jaman.

Menyambung penggambaran desa dan perdesaan diatas, desa adalah subyek pembangunan ekonomi nasional. Desa adalah basis perekonomian rakyat yang aktivitasnya digerakan oleh ekonomi pertanian, perkebunan dan kerajinan yang menyerap tenaga kerja terampil. Fenomena forex masuk desa adalah kesimpulan nyata dari pembangunan perdesaan yang tidak terarah. Masyarakat perdesaan tidak yakin akan apa yang dilakukannya. Bertani, bercocok tanam dan kegiatan aktivitas ekonomi yang bersentuhan dengan alam dipandang sudah tidak menjanjikan bagi kehidupan yang layak.

Apa dampak dari forex masuk desa? Kerugian bagi masyarakat perdesaan itu pasti. Masyarakat perdesaan yang baru mengenal forex tidak mengetahui mekansime, legalitas perusahaan dan cara bermain (menggunakan) di forex. Masyarakat perdesaan yang minim pengetahuan tentang forex rentan terhadap tindakan penipuan yang mengatasnamakan forex.

Sementara sumber daya alam yang melimpah di perdesaan terbengkalai, generasi muda tergiur oleh usaha yang menjanjikan harapan. Iming-iming imbal hasil yang besar dari para kolektor dana Forex yang keabsahaannya belum teruji di perdesaan tersebut diatas mengaburkan potensi usaha riil dari sumber daya alam yang belum tergarap maksimal. Dibandingkan dengan kerugian finansial, harapan dapat melekat dialam pikiran masyarakat perdesaan yang berdampak pada keengganan untuk bekerja keras. Kompenasi harapan kosong lebih adalah angan-angan yang mengaburkan kesempatan didepan mata.

Forex masuk desa pastinya bukan termasuk kedalam konsep pembangunan perdesaan. Bukan tempatnya Forex beroperasi diperdesaan. Forex menyedot modal di perdesaan, menarik peredaran uang yang ada di desa dan desa tidak mendapatkan imbal hasil apapun. Keadaan tersebut mengganggu pembangunan ekonomi desa. Desa membutuhkan modal masuk untuk meningkatkan aktivitas ekonomi riil. Perdesaan lebih membutuhkan masuknya lembaga pendidikan dan modal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi yang dapat memicu tumbuhnya para pengusaha desa. Melalui penggiatan kewirausahan diperdesaan, masyarakat desa dapat membangun desanya secara mandiri.

Keunikan masyarakat desa dengan segala aktivitas ekonominya adalah khasanah dalam pembangunan. Karakteristik masyarakat desa yang mementingkan kekerabatan dan persaudaraan lebih cocok diarahkan ke pembangunan ekonomi yang merakyat. Selain pengembangan wirausaha desa, peran Koperasi juga dapat mejadi ujung tombak pembangunan masyarakat desa. Selain sebagai wadah aktivitas ekonomi bersama yang berlandaskan kekeluargaan, Koperasi juga dapa menjadi suar ekonomi bagi masyarakat perdesaan. Berkoperasi, bertani, berladang dan berwirausaha tidaklah lebih rendah dari ber-forex trading, penanaman kepercayaan diri dan keyakinan akan khasanah alam akan membentuk peradaban desa yang maju yang dibangun oleh masyarakatnya sendiri.