Tags

, , , , , , ,


By UW for TS

Ilalalang hijau telah menguning, menyambut hembusan angin menari seraya gemrisik menyanyikan syair alam nan syahdu. Ilalangku, ilalamu menjadi satu dalam satu jiwa yang dipertemukan alam atas kehendak Tuhan. Ilalang-ilalang surga telah turun ke bumi, terpisahkan oleh sifat, hasrat, pada akhirnya bersatu dalam satu jiwa ilalang cinta.

Merayakan pesta perpisahan dari kemarau lalu, disambut gerimis sebagai pesan tuk bersyukur dari Langit, ilalang-ilalang berdendang, bergoyang mengikuti irama angin surga, menari gemulai mengikuti tuntunan butiran air yang turun surga.

Ilalangku, ilalangmu sedari dulu sudah bertautan, sedari dulu menunggu untuk dipersatukan. Ilalangku, ilalangmu telah meninggalkan telapak lalu, rajutan jalan panjang yang telah menjadi kenangan untuk menemukan satu jiwa ilalang cinta. Disatukan oleh takdir cinta, ditetapkan oleh pilihan jiwa, ilalang-ilalang yang berkelana, telah menjadi jiwa cinta, menggali kehidupan jiwa seraya, memohon jalan lurus atas petunjuk-Nya.

Ilalangku, ilalamu, ilalang cinta satu jiwa, musim akan terus berganti, semi ini tentunya akan menjadi kemarau lagi, jangan takut ilalangku, zikir atas nama-Nya akan menuntun ilalang cinta satu jiwa terus berseri.

Tetapkan jalan panjang menuju evolusi cinta, jangan terjebak pada rasa dan prasangka, tetapkan hati, jiwa cinta yang bersemayam dalam keabadian, ikuti irama mesra-Nya, tetaplah terjaga, kumandangkan takbir cinta disetiap lima waktu-Nya, khusuk pada sepertiga malam-Nya.

Ketulusan ilalang cinta satu jiwa akan diiringi zikir semesta raya. Mari, kumandangkan lafaz Allah SWT, Sukma Cinta Sejati yang menaungi ilalangku, ilalaangmu, ilalang cinta satu jiwa.

Regard

AW/UW

Contact:
antasenawiyono81@gmail.com