Kopi ini tidak seperti kopi
Kopi ini tidak berasa kopi
Kopi ini bukan mewakili cita rasa kopi
Kopi ini, bukan kopi kita punya walau dipetik di tanah ini

Kopi kopi ini, telah menjadi simbol keangkuhan jaman
Cara meraciknya, digilas dengan mesin sehingga menjadi seolah berkelas
Cara menyajikannya, dibuat sistem deret, mengantri menunggu giliran menjadi seolah cemas tidak kebagian
Cara menikmatinya, dengan alat bantu sedotan mengesampingkan bibir yg juga ingin mengecap rasa

Bukan lagi secangkir kopi, melainkan setong plastik berlabel kopi minuman yang sekarang aku nikmati
Aku merasa terhina, pikiranku dipatrikan oleh label
Cita rasaku dikaburkan oleh nama
Aku meresap meratap
“Mengapa jaman seangkuh ini padaku”