Tags

, , ,


Oleh Antasena Wiyono

Tepi tebing bertanam beton
Lereng curam, genteng beragam
Berselimut sinar matahari senja
Redup kemilau kerlip gunung-gunung

Sapu pandang, pikiran melayang
Bimbang,
Diantara keagungan dan keangkuhan
Diantara hawa dingin dan gejolak panas keduniaan
Menggapai angan menepis gelombang keresahan

Laku manusia, lakuku
Tergopoh-gopoh mengejar angan, berdalih menuntaskan kewajiban keduniaan
Laku manusia, lakuku
Bertindak cerdik bersiasat licik, menari bersama dengan gelembung kebohongan, kesombongan

Ooo… aku manusia
Terhimpit diantara dua tebing, hasrat dan kesombongan
Ooo… aku manusia
Terjerembab lumpur nafsu berbalut eloknya mimpi debu

Ohh, kejut ketukkan senjaku mengingatkanku pada siapa sebenarnya diriku
Ohh, aku yang tak berdaya hanya bisa meratapi, tak ada keberanian untuk keluar dari lingkaran kefanaan

Demikianlah aku adanya,
Kadang aku hitam, putih dan kelabu
Demikianlah aku adanya,
Dengan ini tak kututupi apa yang menjadi sejatinya